Renungan Katolik “Bahasa Kasih” ‎
Rabu, 21 Juni‎ 2017

2 Kor 9:6-11
Mzm 112:1-4,9
Mat 6:1-6,16-18‎

BERKAT KEBAJIKAN

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. – 2 Kor 9:8

‎Kita sering mendengar Hukum Tabur Tuai – siapa yang menabur, pasti akan menuai. Hal ini benar, namun sering terjadi salah persepsi sehingga fokus atau motivasi kita dalam hal memberi jadi menyimpang dari yang seharusnya.

‎Sadar atau tidak, ketika kita sedang memberi entah dalam bentuk materi ataupun pelayanan, kita jadi hitung-hitungan dengan Tuhan. Apalagi ketika mulai datang masalah atau ada hal yang tidak sesuai harapan kita, mulai timbuh keluhan dan komplen kepada Tuhan.

‎Tujuan dari apa yang kita tabur pasti akan Tuhan berikan, namun sesuai dengan kehendak-Nya. Kelimpahan berkat tidak hanya terbatas dalam hal materi, yang terlebih utama bagi Tuhan adalah kita selalu berkelimpahan dalam kebajikan-Nya. Kebajikan sebagai manusia yang mencerminkan pribadi Allah yang sesungguhnya, dan berkat inilah yang tidak akan pernah usang dimakan waktu. Bahkan akan kita bawa dalam hidup kekal kita bersama-Nya.

‎Jadi, marilah kita melihat setiap berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Materi hanya hal kecil meski itu penting bagi hidup kita. Marilah kita lebih berfokus mencari berkat kebajikan di dalam Tuhan, agar Ia dapat melihat pribadi-Nya di dalam diri kita, sehingga diri kita dan Dia sungguh merupakan satu kesatuan. (In)

Berkat seperti apa yang selama ini saya kejar? Apa tujuan saya untuk mendapatkan berkat tersebut?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *