Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 23 November 2016

Why 15:1-4
Mzm 98:1-3,7-9
Luk 21:12-19

SENDIRIAN

..dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun rambut kepalamu akan hilang. – Luk 21:17-18

Namanya juga makhluk sosial, jelas manusia membutuhkan sebuah lingkungan dan kehadiran orang lain dalam hidupnya. Memang ada segelintir orang yang bisa hidup tanpa teman, tapi sebagian besar orang akan merasa susah jika hidup mereka tidak dihiasi oleh kehadiran teman. Tak heran banyak orang yang sering mengeluh kesepian.

Berbicara soal sendirian (bukan jomblo ya..), Yesus sudah terlebih dulu mengingatkan kita bahwa saat kita mengikuti-Nya, ada kemungkinan kita akan merasa sendiri. Karena kadang, melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan bisa berbeda dengan kebiasaan di sekitar kita.

Perbedaan sikap dan cara hidup kita karena mengikuti Tuhan sering mengundang rasa tidak nyaman. Karena perbedaan itu tidak bisa ditutupi dan disembunyikan. Perbedaan itu justru begitu kentara sehingga jelas terlihat oleh sekeliling kita. Bahkan mungkin hanya sekedar rasa tidak nyaman, tapi bisa jadi kita harus menghadapi sikap permusuhan dari orang-orang di sekitar kita.

Namun itulah sebuah bentuk kesaksian menjadi pengikut-Nya. Kesaksian hidup yang sekaligus akan memberkati banyak orang yang melihat cara dan sikap hidup kita yang berbeda. Dan Tuhan akan memberikan kepenuhan cinta-Nya sehingga kita menjadi semakin kuat untuk terus hidup sebagai saksi-Nya. (An)

Sudahkah saya menjadi saksi Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *