Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 25 Juni 2026
2 Raj 24:8-17
Mzm 79:1-5,8,9
Mat 7:21-29
Jangan Sombong
…Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? – Mat 7:22
Bacaan Injil hari ini memberikan peringatan keras bagi kita semua. Untuk masuk surga bukan ditentukan oleh seberapa banyak terjun dalam pelayanan, atau seberapa banyak kita sudah berdonasi untuk Gereja. Lebih dari itu, kita harus bisa melakukan kehendak Bapa di surga. (Mat 7:21)
Jujur, saya pernah jatuh dalam kesombongan rohani; merasa pelayanan saya begitu banyak, menganggap diri paling hebat, paling pintar diantara teman-teman dalam satu komunitas pelayanan kala itu. Lambat laun, setelah saya merantau karena pekerjaan, saya semakin mengerti apa yang dikehendaki Bapa atas hidup saya. Ya.., saat merantau saya banyak bertemu orang yang ingin bunuh diri, orang kelaparan, anak- anak korban broken home dan masih banyak lagi. Disitulah saya disadarkan Tuhan, bahwa Yesus hadir lewat mereka, bagaimana cara saya merespon mereka yang menentukan apakah saya ini layak jadi penghuni surga nantinya (Mat 25:35-36).
Saya pun menjadi semakin sadar setelah terjun dalam pelayanan doa dan konseling sekarang ini. Percuma rajin pelayanan, rajin ke Gereja ataupun berdonasi bagi Tuhan, kalau hidup kita tidak bisa melakukan kehendak-Nya. Hidup kita ibarat iklan berjalan, kita sedang mengiklankan Yesus yang sudah bertahta dalam hati kita.
Oleh sebab itu, dimanapun kita berada, dan apapun pelayanan kita saat ini, lakukanlah semua itu dengan penuh kerendahan hati dan cinta kasih. Karena Tuhan Yesus yang sudah terlebih dahulu mengasihi kita.
Jadi, apapun pelayanan kita saat ini, jangan pernah menjadi sombong. Kita hanyalah alat-Nya Tuhan Yesus saja. Jangan sampai saat penghakiman terakhir kita tidak dikenali oleh Bapa di surga (Mat 7: 23). (AR).
Tuhan, jadikanlah aku pribadi yang rendah hati dimanapun berada, karena aku ini hanyalah alat-Mu, pakailah aku seturut kehendak-Mu.
No responses yet