Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 26 Agustus 2026
2 Tes 3:6-10,16-18
Mzm 128:1-2,4-5
Mat 23:27-32
Bekerja Sepenuh Hati
Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. – 2Tes 3:6
Saya memperoleh pemahaman baru ketika merenungkan sabda Tuhan hari ini yaitu tentang bekerja. Selama ini, kita sering berpikir bahwa orang yang tidak berpenghasilan harus selalu dikasihani dan ditolong. Memang, menolong sesama adalah panggilan kita. Namun, bagaimana jika ada orang yang tidak bekerja bukan karena tidak mampu, melainkan karena malas dan hanya mengandalkan belas kasihan orang lain? Tidak jarang kita merasa lelah menghadapi situasi seperti ini, dan perasaan itu sebenarnya wajar.
Dalam hal ini, Rasul Paulus memberikan penegasan yang jelas: “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”. Pesan ini mengingatkan bahwa bekerja adalah bagian dari tanggung jawab hidup. Tuhan memberi kita kemampuan dan kesempatan untuk berkarya, sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan layak.
Bagi kita yang saat ini memiliki pekerjaan, meskipun terasa berat dan penuh tantangan, ini adalah berkat yang patut disyukuri. Mungkin pekerjaan kita tidak membuat kita menjadi kaya raya atau hidup mewah, tetapi pekerjaan itu menopang hidup kita (makan, pakaian, tempat tinggal) dan menjaga kita tetap bertahan di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti ini.
Karena itu, marilah bekerja dengan semangat, tanpa bersungut-sungut, dan tanpa amarah. Mintalah kepada Tuhan hikmat dan damai sejahtera agar kita mampu menyelesaikan setiap tugas dengan baik. Melalui pekerjaan, kita diajak untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, setia, jujur, dan bersyukur atas kasih-Nya melalui pekerjaan tersebut.
Kini, marilah kita bertanya: sudahkah kita bertanggung jawab dalam pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita hari ini? (MF).
Apakah aku melihat pekerjaanku sebagai beban, atau sebagai berkat dari Tuhan?
No responses yet