Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 27 Agustus 2026
Pw St.Monika
1 Kor 1:1-9
Mzm 145:2-7
Mat 24:42-51
Apa Tujuan Hidupku?
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya datang. ” – Mat 24:46
Pernahkah hati saudara terusik dengan pertanyaan tentang tujuan hidup? Mungkin ini salah satu pertanyaan favorit saat retret / rekoleksi atau mungkin saat sedang mengalami banyak masalah dan melihat banyak kekacauan. Namun bisa juga muncul ketika sedang merasa baik-baik saja dan rasanya semua berjalan seperti biasa, like “Everything under control-lah”. Apakah saudara selalu mendapatkan jawabannya?
Pesan Injil hari ini, menjawab kegalauan dari pertanyaan itu, yaitu hidup dalam sukacita sebagai pengikut Kristus. Sukacita sejati tidak bisa kita dapatkan dari kekayaan, pengakuan atau pujian, melainkan dari kesatuan dan kesetiaan kita kepada Tuhan dalam menjalankan amanah-Nya. Menjadi hamba yang baik tentu tidaklah mudah, karena harus selalu berjaga-jaga terutama saat menghadapi malam. Malam bisa berarti saat kita tidur terlelap atau tidak sadar, seolah semua baik-
baik saja.
Ketika saya merasa sudah berhasil misa ke gereja setiap pagi, hal itu kadang membuat diri merasa lebih baik dari yang lain. Saat itulah saya diingatkan kata “berjaga-jagalah” sehingga saya memang harus menjaga hati agar jangan sampai terlena dengan pujian akan diri sendiri.
Satu hal lagi yang sangat penting adalah ketulusan. Ketulusan akan menuntun orang hidup dalam tanggung jawab, tidak mudah mundur ketika menghadapi kesulitan, menderita sakit, dan tidak pula mencari sorotan atau like dari netizen. Yesus mengingatkan kita untuk mengikuti-Nya, sebagai hamba sejati yang tidak mengejar popularitas, tapi setia hingga akhir hidup.
Mari dengan rendah hati, sadari bahwa hidup kita digerakkan oleh tujuan Allah, yaitu menjadi kudus, melayani dengan semangat Kristus untuk Allah dan sesama. (TS).
Apakah kita mau menjadi hamba yang rendah hati, setia dan bijaksana?
No responses yet