Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 26 Juli 2026

Hari Minggu Biasa XVII  

Hari Orang Tua, Kakek, & Nenek Sedunia

1 Raj 3:5,7-12

Mzm 119:57,72,76-77,127-130

Rm 8:28-30

Mat 13:44-52

Harta Sejati 

Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” – Mat 13:45-46

Ketika kita memiliki sesuatu yang berharga, kita tentu menjaganya dengan sungguh-sungguh agar tidak rusak, hilang, atau berpindah tangan. Sikap ini sebenarnya dapat menjadi gambaran bagaimana kita menjaga hubungan kita dengan Yesus Kristus. Relasi dengan Kristus adalah harta yang paling berharga, karena melalui-Nya kita diarahkan kepada Kerajaan Surga.

Kerajaan Surga adalah tujuan utama hidup orang beriman. Karena itu, kita diajak untuk berani melepaskan hal-hal yang menghalangi kita untuk sampai ke sana. Kebencian, keterikatan berlebihan pada harta, serta kesenangan duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan, perlahan perlu kita tinggalkan. Semua itu sering kali tampak menarik, tetapi tidak membawa kita pada kehidupan kekal.

Yesus pernah mengumpamakan Kerajaan Surga seperti mutiara yang sangat berharga. Demi mendapatkan mutiara itu, seseorang rela menjual segala miliknya. Hal ini mengajak kita untuk menyadari betapa berharganya Kristus dalam hidup kita. Jika kita sungguh mengerti nilainya, kita tidak akan ragu untuk menjadikan Dia sebagai prioritas utama, melebihi segala sesuatu yang lain.

Namun, proses untuk sampai pada kerelaan itu tidak selalu mudah. Kita membutuhkan waktu, kedewasaan iman, dan hati yang terbuka untuk dibentuk oleh Tuhan. Dalam proses itu, kita belajar bahwa apa yang kita lepaskan demi Kristus sebenarnya tidak sebanding dengan kasih dan keselamatan yang kita terima dari-Nya.

Sebagai orang percaya, kita juga dipanggil untuk mendoakan sesama. Masih banyak orang yang mencari makna hidup sejati, mencari sesuatu yang lebih berharga daripada harta dunia. Semoga melalui doa kita, mereka pun menemukan Kristus sebagai harta sejati yang tidak tergantikan. (MF).

Apakah Kristus sungguh menjadi harta paling berharga dalam hidupku, hingga aku rela melepaskan segalanya demi Dia?

TIDAK BERKEBERATAN

Romo Aegidius Eka Aldi O.Carm.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *