Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Senin, 27 Juli 2026

Yer 13:1-11 

MT Ul 32:18-21

Mat 13:31-35

Kecil Yang Bermakna

“…supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi:”Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” – Mat 13:35

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menyampaikan ajaran-Nya melalui perumpaan dua benda yaitu biji sesawi dan ragi yang sehari-hari dikenal dan berada dekat dalam kehidupan kita, sehingga lebih mudah dipahami dan bahkan tetap relevan untuk segala zaman. 

Dari judul “Kecil dan Bermakna” ini, mengingatkan saya akan ibu Teresa dari Kalkuta yang mungil dengan tindakan kasihnya yang sederhana namun karyanya semakin merangkul dunia. Apa yang dilakukan ibu Teresa bisa dibaca di beberapa buku, seperti :”A Simple Path – Jalan Sederhana” dan “Ibu Teresa – Karya dan Orang-orangnya”. 

Biji sesawi yang super imut, tidak dalam sekejap berubah menjadi pohon yang besar. Butuh proses hingga bertumbuh lebih besar bahkan dahannya pun dapat menjadi tempat singgah yang teduh bagi kawanan burung. Proses itu yang ditekuni oleh ibu Teresa sebagai komitmennya pada Kristus, Sang Pembimbing Ilahi. Dan apa yang ditekuni untuk peduli kepada yang kecil, membawa pengaruh besar bagi masyarakat luas untuk lebih peduli kepada orang miskin, dan makin banyaklah orang miskin berdatangan dari sudut-sudut Kalkuta untuk bergabung dalam karya pelayanannya itu.

Tak ada keraguan bagi ibu Teresa, karena ia yakin bahwa jika Tuhan menghendaki karya tersebut, pelayanannya pasti akan berkembang. Bagaikan ragi yang sedikit saja, asal hidup, bisa berperan sangat penting dalam suatu adonan yang banyak. Ibu Teresa dan orang-orangnya tak lebih dari pada alat-alat kecil dalam tangan-Nya. Ragi akan Kristus inilah yang akan membuat adonan mengembang. Sebaliknya, ragi akan mati karena egoisme atau merasa semua karena hasil usaha sendiri, tanpa campur tangan Tuhan.

Mari kita pun belajar dari ibu Teresa dan orang-orangnya yang menjadikan Ekaristi adalah kebutuhan yang harus dihidupi sebagai salah satu sarana berjumpa dengan Yesus untuk makin mendalamkan iman kita, dan membawa kita makin peduli akan sesama. Meskipun tidak mudah, mulailah dengan melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar, mulailah dengan sapaan. (TS).

Apakah kita mau bertumbuh dan bertransformasi sesuai kehendak-Nya?

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *