Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 26 Maret 2021

Yer 20:10-13
Mzm 18:2-7
Yoh:31-24

Be Positive

..tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.
– Yoh 10:38

Tumbuh sebagai seorang perfeksionis membuat diri saya selalu menuntut terhadap orang lain. Saya merasa diri paling benar, paling baik, paling sempurna dalam mengerjakan segalanya. Sulit memberi ruang bagi orang lain untuk berbuat kesalahan. Semua harus dikerjakan sesuai standar yang saya inginkan.

Suatu hari dalam doa, saya seperti mendengar suara Tuhan: “Jangan menggunakan kacamata dirimu, tetapi pakailah kacamata Tuhan.” Saat itu saya merasa kecil dan tidak berarti. Saya disadarkan bahwa selama ini saya sering memaksa dan menuntut orang lain dengan menggunakan kacamata diri.

Setelah itu saya belajar ber-PROSES untuk percaya, mengapresiasi, menerima kekurangan dan ketidaksempurnaan orang lain. Saya disadarkan ternyata masih banyak orang yang mampu bekerja jauh lebih baik dari saya. Sayapun diingatkan untuk rendah hati dan lebih bijaksana serta positive thinking terhadap orang lain.

Perbedaan tidak perlu menjadi perselisihan. Perbedaan tidak membuat gagal paham. Akan tetapi perbedaan justru akan menjadi indah jika saling menghargai, menghormati, dan melengkapi kekurangan yang ada.

Jadilah pribadi positif yang akan membuat diri lebih rileks, tenang, penuh sukacita dan ucapan syukur. (Tl)

Apakah saya merasa diri paling benar dan baik?

Maukah saya belajar menerima dan menghargai perbedaan yang ada?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *