Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 28 April 2026
Kis 11:19-26
Mzm 87:1-7
Yoh 10:22-30
Pekerjaan Tuhan
“Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” – Yoh 10:25
Bacaan Injil hari ini memperlihatkan tembok penghalang antara Yesus dan orang-orang Yahudi, yaitu mengenai definisi Mesias. Orang Yahudi mengharapkan seorang pembebas politik yang perkasa, yang akan memimpin pemberontakan melawan kekaisaran Roma. Harapan yang begitu kuat ini membutakan mereka terhadap kenyataan di hadapan mereka. Mereka mencari mukjizat yang sesuai dengan agenda politik mereka, padahal kesaksian sejati ada pada pekerjaan Yesus, melalui pengajaran-Nya, penyembuhan-Nya, dan karya belas kasih-Nya. Karya-karya itu seharusnya menjadi bukti yang tak terbantahkan tentang identitas-Nya sebagai Anak Allah dan Gembala yang Baik.
Dalam hidup, seringkali kita menetapkan kriteria ketat tentang bagaimana Tuhan harus bekerja. Kita mendefinisikan “jawaban doa” dengan sangat spesifik, misalnya harus berupa kenaikan jabatan, harus berupa kesembuhan total, atau harus berupa jalan keluar yang instan. Ketika Tuhan bekerja melalui proses yang lambat, melalui tantangan, atau melalui jalur yang sama sekali tidak kita duga, kita sering gagal mengenali-Nya. Kita menuntut jawaban yang kita inginkan, dan mengabaikan kesaksian yang nyata dari karya-karyaNya di sekitar kita.
Maka supaya kita dapat mengenali pekerjaan-Nya, bereskan sikap batin kita terlebih dulu. Yang pertama yaitu melalui keheningan, memberi waktu bagi jiwa kita untuk tenang di hadapan-Nya, sehingga dapat lebih mudah mendengarkan suara-Nya. Kemudian dengan kerendahan hati, mengakui bahwa rencana Tuhan jauh lebih baik dan lebih luas daripada perspektif kita yang terbatas. Yang terakhir dengan ketaatan, mengikuti pekerjaan dan petunjuk-Nya, bahkan ketika itu membawa kita ke jalan yang tidak kita pilih.
Tuhan telah memberikan kesaksian tentang diri-Nya. Tantangannya adalah apakah kita, sebagai domba-domba-Nya, mau menggeser fokus dari keinginan pribadi menuju ketaatan penuh kasih kepada-Nya. (Vn).
Apa usaha yang sudah kulakukan untuk memahami pekerjaan Tuhan?
No responses yet