Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 29 April 2026
Pw St. Katarina dr Siena
Kis 12:24 – 13:5a
Mzm 67:2-3,5-6,8
Yoh 12:44-50
Surga adalah Tujuannya
Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. – Yoh 12:50a
Belum lama saya melihat sebuah unggahan yang mengutip perkataan Dan Reehil, seorang pastor di Amerika bahwa ketika hendak mengambil sebuah keputusan apa pun itu, haruslah memiliki sebuah horizon yang pada akhirnya surga adalah tujuan kita. Hidup bersama Bapa inilah yang harusnya menjadi satu-satunya hal yang kita lakukan dengan benar sekalipun hal lainnya mungkin salah. Kita bisa saja sukses dan hidup berkelimpahan, namun jika gagal menuju surga tidak akan ada artinya. Segala harta dan kekuasaan yang kita kumpulkan dalam hidup ini pada akhirnya tidak bisa kita bawa ketika kita mati.
Dalam dunia yang makin maju, manusia makin merasa bisa mendapatkan semuanya dengan kemampuan dan usaha sendiri, bahkan menjadi tuan atas hidupnya. Saat itulah kesombongan menguasai manusia hingga ia merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan. Namun, siapkah kita saat dipanggil Tuhan? Apa yang akan kita bawa?
Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan lebih dalam, misi Tuhan Yesus yang sangat jelas yaitu menjadi perantara manusia untuk bisa bersatu kembali kepada Bapa. Oleh karena pengorbanan-Nya di kayu salib, manusia yang penuh dosa dibawa-Nya untuk bisa menikmati surga.
Ketika kita percaya pada Yesus yang setia dengan tugas-Nya sebagai utusan Bapa dan melakukan perintah-Nya, kita sudah semakin dekat dengan surga. Yesus adalah Sang Terang yang sanggup menghalau segala kegelapan dosa kita apabila kita pun menyerahkan hidup ini sepenuhnya pada penyelenggaraan-Nya yang membawa hidup kita semakin serupa dengan-Nya. (Yy).
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.
No responses yet