Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 28 Desember 2016

1Yoh 1:5 2:2
Mzm 124:2-5,7-8
Mat 2:13-18

TERANG DALAM MENGASIHI

Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang.. – 1Yoh 2:10

Hari ini kita merenungkan satu hal yang sangat dasar sekaligus sangat penting, yaitu mengasihi sesama manusia. Hal ini tidak mudah dilakukan karena butuh komitmen dan effort untuk mengasihi.

Sesama manusia bukan berarti mereka yang mirip dengan kita. Bukan berarti mereka yang hanya satu suku, ras, agama, RT, maupun RW. Bila kita ingat dalam Injil Lukas, penjelasan Yesus tentang arti sesama manusia dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati menyadarkan kita bahwa sesama manusia itu juga adalah musuh kita, mereka yang paling menyebalkan kita, mereka yang tidak pernah mengerti kita, mereka yang menyalib kendaraan kita seenaknya, mereka yang sering kita umpat balik dengan kata-kata maupun dalam hati. Mereka semua adalah sesama manusia yang harus kita kasihi.

Perasaan marah, kesal, dongkol adalah wajar. Namun bila sedikit-sedikit kita marah, cepat tersinggung, bahkan kita sudah merasa sebal ketika melihat wajah seseorang, rasanya ada sesuatu yang salah dalam hidup kita.

Kasih adalah buah. Dan buah adalah hasil dari suatu proses, yang tidak datang dengan sendirinya. Namun buah ini dituntut dari kita semua yang mengaku berada di dalam terang. Bila tidak, kita tetap tinggal di dalam kegelapan (1Yoh 2:9). (Al)

Adakah sesama saya yang selalu menyebalkan? Tetaplah di situ sampai saya bisa mengasihi dia apa adanya.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *