Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 28 Juni  2026

Hari Minggu Biasa XIII

2 Raj 4:8-11,14-16a

Mzm 89:2-3,16-19

Rm 6:3-4,8-11

Mat 10:37-42

Perutusan

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. – Mat 10:40

Setiap kali Misa Kudus berakhir, imam selalu menutupnya dengan berkat pengutusan. Setelah dikuatkan oleh sabda dan ekaristi, kita diundang untuk membawa Kristus ke dalam kehidupan sehari- hari, bahkan ke seluruh dunia. 

Perutusan bukanlah gagasan baru. Sejak awal, perutusan berasal dari Allah Bapa sendiri. Bapa mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Yesus kemudian mengutus para rasul dan murid-murid-Nya untuk mewartakan Injil. Roh Kudus pun diutus untuk mendampingi kita setelah Yesus naik ke surga. Dari sanalah, perutusan itu diteruskan hingga sampai kepada kita hari ini. Maka, setiap orang beriman sesungguhnya adalah bagian dari rantai perutusan yang tidak pernah terputus, sehingga pertumbuhan umat Kristen di seluruh dunia tidak lepas dari pengutusan yang terus- menerus ini.

Dalam Injil hari ini Yesus mengatakan bahwa siapa yang menyambut kita, sesungguhnya menyambut Dia sendiri, bahkan menyambut Bapa yang mengutus-Nya. Ini berarti kehadiran kita di tengah dunia seharusnya menghadirkan Kristus. Cara kita berbicara, bersikap, dan bertindak menjadi cermin iman yang kita hidupi. 

Namun perutusan bukan terutama soal jumlah atau seberapa jauh kita pergi. Perutusan juga berbicara tentang kualitas hidup. Sejauh mana Injil sungguh dihidupi dalam keseharian kita? Apakah kehadiran kita membawa damai, keadilan, dan pengharapan? Apakah hidup kita memberi dampak positif bagi sesama, lingkungan, dan seluruh ciptaan yang dipercayakan Tuhan untuk kita kelola? Buah dari perutusan terlihat dalam kontribusi nyata kita bagi dunia: dalam keluarga, tempat kerja, lingkungan sosial, dan gereja tentunya. Di sanalah nilai-nilai Kristiani diuji dan diwujudkan.

Semoga hidup kita menjadi kesaksian yang menyambut dan menghadirkan Kristus bagi siapa pun yang kita jumpai. Marilah kita melangkah, menjalankan perutusan Tuhan dengan sukacita dan tanggung jawab. (Aw).

Apakah tugas perutusan yang Tuhan tempatkan dalam hatiku?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *