Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 27 Juni 2026

Rat 2:2,10-14,18-19

Mzm 74:1-7,20-21

Mat 8:5-17

Keselamatan Allah

Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga. – Mat 8:11

Sebagai manusia yang rapuh dan terbatas, kita tidak pernah lepas dari kelemahan. Salah satu kelemahan yang paling sering muncul adalah sikap egois, keinginan untuk memiliki, menguasai, dan menikmati segalanya sendiri atau hanya bersama kelompok kita. Sikap ini bisa muncul dalam kadar yang ringan, namun bisa juga berkembang menjadi keserakahan yang menutup hati kita terhadap orang lain.

Sikap egois ini juga pernah mewarnai sejarah keselamatan. Pada awalnya, keselamatan Allah diwartakan secara khusus kepada bangsa Israel, umat pilihan-Nya. Namun, dalam perjalanan waktu, banyak di antara mereka menjadi terlena oleh status istimewa tersebut. Kenyamanan membuat mereka lupa untuk setia pada hukum dan kehendak Tuhan. 

Melalui Yesus, Allah menyatakan dengan jelas bahwa keselamatan bukanlah hak eksklusif suatu bangsa atau golongan. Yesus sendiri berkata bahwa banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan turut ambil bagian dalam perjamuan Kerajaan Surga. Artinya, rahmat keselamatan terbuka bagi siapa saja yang mau percaya, tanpa memandang asal-usul, status sosial, atau latar belakang.

Renungan ini mengajak kita bertanya, apakah kita masih ragu bahwa Yesus wafat di kayu salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia? Ataukah tanpa sadar kita masih membatasi kasih dan keselamatan Allah hanya untuk kelompok tertentu?

Kiranya hati kita semakin terbuka untuk menerima dan membagikan kasih Kristus, yang universal, tanpa syarat, dan penuh belas kasih bagi semua. (An).

Sudahkah kita hidup sesuai panggilan hidup kita sebagai anak-anak Allah?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *