Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 28 Mei 2018

1Ptr 2:3-9
Mzm 111:1-2,5-6,9-10
Mrk 10:17-27

Harta

Alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah. – Mrk 10:24-25

Yang dimaksud lubang jarum adalah sebuah pintu kecil di pintu gerbang kota Yerusalem. Pintu gerbang utama dibuka dan ditutup pada jam tertentu. Jika seseorang akan memasuki kota pada saat pintu gerbang utama ditutup, maka ia harus melalui pintu kecil yang disebut dengan istilah “lubang jarum”. Pedagang biasanya mengangkut barang dagangannya dengan unta, dan mereka harus menurunkan semua barang dagangannya lalu sedikit “memaksa”, menarik unta itu ke dalam.

Dengan pernyataan ini, Yesus ingin menegaskan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, seseorang harus menanggalkan semua miliknya dan memfokuskan diri untuk memasuki Kerajaan-Nya. Harta bukan hanya soal materi, tapi segala sesuatu yang kita banggakan melebihi fokus kita kepada Tuhan, seperti karir, kesenangan pribadi yang berlebihan, dan lainnya.

Miskin adalah orang yang selalu punya kehausan dan kelaparan akan keintiman dengan Allah, merasa tidak berdaya tanpa Allah, sehingga ia rela meninggalkan apa saja jika hal itu menghalangi kedekatannya dengan Tuhan.

Mari kita belajar untuk menanggalkan semua “bawaan” yang memberatkan diri kita untuk masuk ke jalan yang sempit itu, yaitu jalan menuju Kerajaan Allah. (In)

Apa yang menjadi harta saya saat ini, sehingga sulit mengikuti panggilan Tuhan untuk hidup kudus?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *