Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 30 Juli 2017

1Raj 3:5,7-12
Mzm 119:57,72,76-77,127-130
Rm 8:28-30
Mat 13:44-52

HINDARI “BERSUMBU PENDEK”

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. – Rm 8:28

Sebutan “sumbu pendek” ditujukan kepada orang yang gampang tersinggung dan cepat marah. Ibarat sumbu yang dibakar sedikit, langsung meledak.

Banyak contoh kasus seperti: anak tidak melakukan apa yang diminta, orang tua langsung marah; suami pulang terlambat, istri langsung marah; pulang kerja melihat rumah berantakan, suami langsung marah; pacar tidak bisa dihubungi, langsung marah; anak buah melakukan kesalahan, langsug marah; atasan mengkritik, langsung marah (dalam hati)…dan masih banyak contoh dalam hidup kita sehari-hari.

Kita mungkin sering menghakimi sesama sebagai orang yang mudah marah, tapi kenyataannya kita sendiri bersikap tak jauh berbeda. Ironis. Siapakah diri kita hingga kita bisa menghakimi sesama? Sadarilah bahwa kita juga memiliki kelemahan dan dosa. Mungkin kita hanya boleh “bersumbu pendek” terhadap dosa kita sendiri.

Marilah kita belajar untuk melihat kepada Yesus yang senantiasa menunjukkan sikap sabar sekalipun Ia tahu sedang dicobai, dan Ia tetap memilih melakukan kebaikan bagi orang-orang yang datang kepada-Nya tanpa menghakimi masa lalu dan dosanya.

Marilah kita mohon rahmat dan bimbingan Tuhan agar kita dapat menjadi orang yang sabar dan tidak jenuh melakukan kebaikan. (Aw)

Apakah saya bisa menahan diri untuk tidak mudah marah terhadap sesama?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *