Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 09 Januari 2017

Yes 42:1-4,6-7
Mzm 29:1-4,9b-10
Kis 10:34-38
Mat 3:13-17

Pesta Pembaptisan Yesus‎

YANG PALING SULIT

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya. – Yes 42:3

Hal paling sulit dari memiliki iman adalah mempertahankannya. Ketika pertama kali kita disentuh oleh Roh Kudus, rasanya sangat mudah untuk menaati segala perintah Tuhan. Kita begitu dipenuhi dengan sukacita dan rasanya seluruh duniapun tidak akan mampu untuk mematikan semangat kita.

Namun pasti akan datang masanya semangat itu perlahan-lahan memudar. Ketika kita kembali dalam kehidupan sehari-hari, menghadapi orang-orang sulit yang tidak pernah berubah, dan cobaan yang terus datang menghadang. Di masa seperti itulah iman kita diuji. Di masa itulah kita ditantang untuk mempertahankan iman.

Bersyukur, Tuhan kita setia. Ketika kita lemah, Ia tidak membuang kita. Ketika semangat kita memudar, Ia tidak menyingkirkan kita. Namun dengan penuh kasih, Ia merangkul kita kembali kepada-Nya dan memulihkan kembali semangat dan stamina kita. Itulah janji yang Ia beri kepada kita, bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian.

Teruslah berpegang teguh kepada-Nya, karena Ia tidak akan pernah melepaskan kita, kecuali kitalah yang melepaskan-Nya. Kasih kita juga kita nyatakan pada kesetiaan kita pada janji Baptis kita ! Sebesar itulah kasih-Nya kepada kita. (Hd)

Masihkah saya berpegang teguh kepada Yesus di tengah cobaan yang menantang iman saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *