Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 09 Juni 2017

Tb 11:5-17
Mzm 146:2,7-10
Mrk 12:35-37

BERKAT TUHAN BAGI KITA

Tuhan memberkati ayahmu, memberkati anakku Tobia dan memberkati engkau sendiri, hai anakku. – Tob 11:17

Setiap malam sebelum tidur, anak saya selalu mengingatkan untuk berdoa. “Pray dulu, baru bobo….,” begitu katanya. Saya memang membiasakan anak saya berdoa sejak ia masih kecil, sehingga ia tak asing dengan doa dan juga benda-benda rohani seperti salib, lilin dan ikon lainnya.

Saya ingin ia menjadi anak yang dekat dengan Tuhan, dan selalu menjadi berkat bagi sesama, terutama bagi orang tuanya. Saya akui bahwa ia memang sungguh seperti malaikat yang membuat saya bisa merasakan kehadiran Tuhan melalui dirinya.

Berkat dapat diartikan sebagai permohonan (doa) bagi orang lain. Maka dengan memberkati orang lain, kita meminta Allah menjadi nyata bagi hidupnya. Baik untuk kebahagiaan atau untuk pertobatan, dalam kedua hal itu kita tetap meminta Allah yang bekerja dan kita mengambil bagian dalam Dia.

Maka, baik kepada orang yang kita sukai ataupun yang melukai, kita bisa memberkati mereka melalui doa. Kita melepaskan berkat bagi mereka agar Tuhan menjadi nyata dalam kehidupan kita dan mereka. Tuhan yang dipermuliakan, Tuhan yang ditinggikan.

Marilah kita memberkati keluarga kita, pasangan, anak, orang tua, saudara, teman, dan kehidupan kita semua. (Aw)

Apakah saya sudah memberkati banyak orang dalam hidup saya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *