Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 17 Februari 2017

Kej 11:1-9
Mzm 33:10-15
Mrk 8:34 – 9:1

CENTER OF LIFE

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. – Mrk 8:34b

Banyak orang di sekitar kita, bahkan kita sendiri mengatakan bahwa kita adalah murid-Nya. Tetapi apakah kita sudah benar-benar memahami syarat untuk menjadi murid-nya sebelum mengaku sebagai murid-Nya? Dalam bacaan, tertulis bahwa terdapat tiga syarat untuk menjadi murid-Nya: menyangkal diri, memikul salib, serta mengikut Dia. Pintu gerbang untuk menjadi murid-Nya berada pada penyangkalan diri. Dalam penyangkalan diri, kita diharapkan merendahkan diri di hadapan-Nya dan menjadikan-nya sebagai pusat atau bagian utama dalam hidup kita.

Sampai dengan saat inipun saya masih berusaha untuk terus menjadikan-nya sebagai pusat dalam seluruh aspek kehidupan saya. Terkadang saya masih memberi waktu-waktu sisa untuk bertemu dengan-Nya secara pribadi. Saya belum memberikan waktu terbaik untuk-Nya, apalagi ketika banyak pikiran dan lelah fisik setelah seharian bekerja. Tidak mudah dan banyak sekali godaan serta halangan yang dengan mudahnya membuat kita mengalihkan pikiran dan hati kita dari-Nya. Yesus mempertegas bahwa tanpa menjadikan-Nya sebagai pusat kehidupan, maka segala hal duniawi yang ada dan kita miliki adalah sia-sia.

Jadi, tunggu apa lagi… Jadikan Yesus sebagai pusat kehidupan kita dan Dia akan mencukupi segala kebutuhan kita, bahkan memberikannya secara berkelimpahan. God, be the center of my life! (Cr)

Sudahkah saya menjadikan-Nya pusat dari segala aspek kehidupan saya?

Tetaplah setia dan menjadikan-Nya sebagai pusat!

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *