Renungan Katolik “Bahasa Kasih” ‎
Rabu, 21 Desember 2016

Kid 2:8-14 atau Zef 3:14-18a
Mzm 33:2-3,11-12,20-21
Luk 1:39-45‎

MARIA MODERN

Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. – Luk 1:42

‎Berbagai pengalaman yang saya miliki membuat saya berkesimpulan bahwa setiap perempuan adalah cantik. Mengapa demikian? Karena sebenarnya cantik bukanlah soal kesempurnaan fisik, tapi tentang hati.

Banyak perempuan yang merasa rendah diri hanya karena hidungnya tidak setinggi temannya, atau dagu mereka yang dirasa kurang lancip hingga harus melakukan tindakan operasi untuk mengubahnya. Ada pula yang merasa tidak berharga karena tidak bisa tampil di muka umum dengan menenteng tas bermerek. Atau di lain kesempatan, ada perempuan yang memilih berdiam di rumah dan tidak ingin bergaul dengan teman-temannya hanya karena tingkat sosialnya berbeda. Yang lebih menyedihkan, ada yang hidup dalam sandiwara dan kepalsuan hanya demi eksistensi dan penerimaan lingkungannya.

‎Teman, mungkin kita tidak percaya bahwa di luar sana banyak perempuan yang melakukan hal tersebut. Tapi inilah kehidupan dengan berjuta ceritanya. Seorang perempuan pada kodratnya adalah berharga dan akan menjadi lebih berharga lagi bukan karena barang bermerek yang melekat pada dirinya. Bukan pula dengan siapa ia bergaul. Lebih dari itu, adalah bagaimana ia menghargai dan membawa dirinya sendiri.

Injil hari ini mengajarkan kepada kita bagaimana Maria menjadi perempuan yang penuh berkat karena di usia mudanya dia menerima tanggung jawab besar untuk mengandung Yesus. Sebagai perempuan di masa modern ini, begitu banyak tantangan yang dihadapi. Semua kembali kepada masing-masing pribadi untuk membawa dirinya dan menjalani kehidupan dengan sebaik mungkin, dan tentu saja dengan apa adanya tanpa sandiwara. (Ve)

Bagaimana saya menjadi Maria dalam hidup sehari-hari?‎

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *